what farbig is
farbig adalah sebuah kata yang dikutip dari bahasa jerman yang berarti “berwarna”. Dalam hal ini, kata farbig telah dipilih dan dijadikan nama oleh sebuah band yang didalamnya terdapat beberapa orang yang diberi talenta oleh Tuhan, yaitu kemampuan bermusik dan segala keberagamannya, sehingga tampak berwarna akan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Secara kebetulan sekumpulan orang yang menamakan dirinya farbig ini memiliki selera musik yang sama, yaitu musik JAZZ, dan yang akhirnya diputuskan menjadi satu warna musik pilihan bagi band ini untuk berkarya. Sebagai pelaku dan tentu saja sebagai penikmat musik JAZZ, secara otomatis farbig menjadi suatu wadah dan media untuk bereksplorasi dalam segi musikalitas, sesuai dengan kapasitas dan fungsi tiap-tiap personelnya.
Selain itu, menurut farbig, band ini juga merupakan suatu media berbagi pengetahuan dalam hal bermusik secara global dan berbagi dalam hal kehidupan bersosialisasi satu sama lain, sehingga tercipta suasana kekeluargaan antar personel, tanpa mengurangi rasa profesionalitas sebagai sebuah grup musik.
who farbig are
• Rinto Dwi Istiyanto, atau akrab dipanggil dengan nama ogut, adalah keyboardist farbig yang usianya termuda di antara personel farbig lainnya. Lahir di malang 18 april 1983, mulai menyalurkan hobi bermusik di usia belia. Dari beberapa instrument yang mampu dimainkannya, keyboard-lah yang menjadi pilihan terakhir untuk didalami saat usia remaja. Hingga saat ini, ada beberapa nama musisi JAZZ yang memberikan pengaruh dalam permainan keyboardist farbig ini, sebut saja musisi JAZZ ternama Bob James dan Herbie Hancock, selain itu ogut juga sempat menambah pengetahuan bermain keyboard pada beberapa musisi Malang, antara lain yasser-traffic, estu-adlib dan yang pasti selalu terus berproses untuk berkembang bersama farbig.
• Ratna Winahyu Utami, seorang penyanyi yang memiliki pengalaman bermusik cukup lama. Mulai memberanikan diri untuk tampil menyanyi di depan publik dimulai sejak bangku taman kanak-kanak. Berbagai metode dalam berlatih vokal telah ditempuhnya, bahkan pertemuan dengan beberapa orang yang secara tidak sengaja ditemuinnya, Wina mendapatkan berbagai masukan, saran dan kritik, yang akhirnya juga menjadi salah satu referensi dalam mengasah kemampuan bernyanyinya. Bertemu dengan orang-orang yang tepat di dalam farbig membuat wina ingin terus belajar untuk mengerti, paham, dan mendalami makna sebuah lagu sebelum menyanyikannya. Tidak sekedar menyanyikan lagu tanpa mengetahui pesan apa yang ingin disampaikan oleh sang pencipta lagu.
• Musa, seseorang yang sangat berkarakter, bukan hanya dalam hal bermusik tetapi juga dalam kehidupan sosialnya. Musa memiliki warna yang khas dalam memainkan jemarinya diatas fret gitar,itu dikarenakan dia telah memulai belajar gitar sejak kelas 3 SD. Di usia 17 tahun, pria yang kini menjadi Ayah dari satu orang putra ini mulai memainkan dan mendalami musik klasik. Tetapi, musik JAZZ bukanlah suatu hal yang baru bagi gitaris farbig ini, Papa tercintanya mengenalkan dan memperdengarkan musik JAZZ sejak kecil. Terutama setelah dia menambah ilmu dari Bapak Salim Almarhum yang notabene salah seorang Maestro musik asal Malang, akhirnya Musa mendapatkan berbagai pengetahuan tentang dunia musik terutama JAZZ, dan hingga detik ini menjadi pedoman Musa dalam menciptakan sebuah karya.
• Dedy Irawan, adalah seorang laki-laki yang bertubuh mungil dan imut tetapi berubah menjadi pendekar ketika menggebukkan stick pada drum. Berawal dari kesukaannya pada musik rock, terus melangkah ke dunia TOP40/RnB, sampailah berlabuh di dunia musik jazz. Pertamakali perform bersama farbig di salah satu hotel di Malang di bulan Februari 2008. Gayung bersambut, Dedy yang mengaku rindu sekali memainkan musik jazz merasa senang mendapat kesempatan untuk bisa bersama farbig.
• Pink Pradhana, “om pink” adalah panggilan akrab yang sering ditujukan padanya sekarang ini. Sosok yang matang, dalam segala sisi hidupnya ini, memutuskan untuk bermusik kembali ketika bertemu dengan farbig di tahun 2006, setelah rehat dari dunia panggung selama 6 tahun. Kerinduan untuk mengekspresikan diri dalam bermain musik membuat “om pink” harus bekerja keras untuk membagi waktu pekerjaan dan hobi juga merefresh pengalaman yang pernah didapatkannya di masa lalu.
farbig di atas panggung terdiri dari 5 orang pelaku musik, tetapi ada 2 orang lagi yang tidak terlihat di atas panggung tetapi mereka mempunyai fungsi penting dalam kelancaran setiap show farbig
• Agung Dien Farid, lahir pada tanggal 12 oktober 1984, mempunyai pengalaman dalam dunia entertainment di Jakarta. Keinginannya untuk membuat farbig bisa mengharumkan nama Malang, memacu kami semua untuk terus berkarya. Bermusik yang ter-manage dengan baik semoga bisa menghasilkan karya yang baik pula
• Wawan, semahal apapun sebuah alat musik dengan merk yang terkenal tidak ada artinya tanpa keterampilan dan keahlian sound engineer untuk menjaga keindahan dan keseimbangan suara yang dihasilkan . “Mbah Wawan” biasa kami memanggilnya, bergabung dengan farbig di bulan februari 2008.

radit n jani
May 17, 2008gw bru aj kelar nonton film indonesia.
sbnrnya ni film bkn film baru. Judulnya “RADIT DAN JANI”
at first, gw berasumsi ni film similar with the other indonesian films.
tapiiii…..
setelah gw nonton ni film ampe abiz…
gw ngacungin smua jempol yg ada di bdn gw.
KEREN BANGEEEEET!!
critanya ga norak , ga hiperbola, ga melulu orang kaya nampang di layar…etc
pokonya ni film keren, natural bgt!
bener2 nyritain kehidupan nyata kisah cinta yg real
2 anak manusia dengan segala keterbatasannya berusaha mempertahankan cinta, yang notabene saat ini adalah hanya sebuah istilah yang ga penting, yang cuma dipake buat nyari something dan yang pasti cuma sepihak.tapi disini beda bgt! disini tokoh radit dan jani mati2an ngejaga cinta mreka. meskipun ni film sad ending.paling ga gw bisa ngambil satu hikmah dari film ini.
” cinta tidak selalu membuat orang bahagia, tetapi kebahagiaan menentukan jalannya sendiri untuk membuktikan bahwa cinta itu ada”
Posted in film comments | No Comments »